Analisis Cerpen "Gadis" Karya Asma Nadia

Unsur Intrinsik Cerpen ”Gadis!”
1. Tema : Karunia Sang Pencipta
2. Alur : Alur Campuran
3. Tokoh dan Penokohan :
  • Gadis 1 : Tidak pernah merasa puas dan syukur atas apa yang ia miliki, suka merendahkan diri sendiri, pesimis, tidak percaya diri, suka membanding-bandingkan sesuatu, sok tahu, dan selalu mencela ketidaksempurnaan fisik orang lain.
  • Gadis 2 : Tidak pernah merasa puas dan syukur atas apa yang ia miliki, suka merendahkan diri sendiri, tidak percaya diri, emosinya menggebu-gebu, mudah terpengaruh dan tidak tahan menghadapi cobaan, mempunyai perasaan peka/mudah tersinggung, mudah putus asa, dan selalu mencela ketidaksempurnaan fisik orang lain.
  • Gadis 3 : Sabar, pantang menyerah, tidak pernah merasa puas dan syukur atas apa yang ia miliki, tidak percaya diri, suka bertindak gegabah, bertekat kuat, selalu merendahkan diri sendiri dan selalu mencela ketidaksempurnaan fisik orang lain.
  • Gadis 4 : Tidak pernah puas dan syukur atas apa yang ia miliki, suka merendahkan diri sendiri, tidak percaya diri, takut dan menutup diri dari orang-orang di sekitarnya serta selalu mencela ketidaksempurnaan fisik orang lain.
  • Lelaki Tua : Sabar, sederhana, percaya diri, pribadi yang senantiasa bersyukur, murah senyum, rendah hati, dan religius.

4. Latar :
  • Tempat : Di halte bus
  • Waktu : Sore hari
  • Suasana : Memilukan, menjengkelkan, menguras api cemburu, lucu, mengharukan, dan penuh rasa syukur.
5. Sudut Pandang :
Sudut pandang orang ketiga serba tahu

6. Amanat :
Dari cerita dalam cerpen “ Gadis!” kita dapat mengambil pelajaran bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu kita di wajibkan untuk senantiasa bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jika kita memiliki kekurangan fisik di bandingkan orang lain, syukurilah ! Karna sesungguhnya kekurangan itu bukanlah kutukan dari Tuhan, melainkan kekurangan itu merupakan motivator terbaik yang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan senantiasa bersyukur.

Arti cq dan up pada Surat Resmi

Arti c.q. dan u.p dalam surat
Seringkali kita menemukan sebuah surat dengan format seperti contoh

Yth.
PT. MULTI MEDIA In.
Up. Bagian Keuangan
di tempat.
atau
Yth.
Menteri Kehakiman dan HAM RI
c.q. Direktur Jendral Lembaga Pemasyarakatan
Jakarta

Pada format yang pertama, u.p adalah U ntuk Perhatian. Artinya, surat itu untuk bagian keuangan di PT. Multi Media itu.
u.p digunakan untuk mengkhususkan surat kepada seseorang yang dimaksud. misalnya di suatu perusahaan terdapat bagian personalia, bagian keuangan, bagian operasional atau yang lain. jadi bila kita ingin mengkhususkan kepada bagian yang kita tuju maka kita meletakkan kata up.

Dalam wacana Indonesia, singkatan ’c.q.’ yang merupakan singkatan warisan Belanda ini masih sering dipakai dalam surat-surat resmi.
c.q pada contoh diatas bisa diartikan "melalui". Jadi surat diatas ditujukan untuk Menteri Kehakiman dan Ham melalui Dirjen Lembaga Pemasyarakatan, yang menerima adalah Dirjen Lembaga pemasyarakatan yang merupakan institusi dibawah Kementerian Hukum dan Ham.